MylifeSil
That’s how he called me…………….

Lido

lido1Setelah sekian lama ga pernah muncul disana, akhirnya aku pergi juga. Dari rumah Cilandak pake angkot 61, nyambung ma bis agra. Si merah yang selalu setia mengantarkan aku. Tepat pukul Sembilan pagi tiba di bogor, akupun langsung menuju Lido menggunakan angkot MONSTER cicurug.

Jadi jurusan Sukasari – Cicirug dipenuhi oleh beberapa club angkot , antara lain: MONSTER yang selalu bisa keep moving walaupun jalanan sepanjang Tajur-cikreteg-Cigombong macet, VEANK, angkotnya anak-anak muda gaul yg dilengkapi dengan stereo dan pernak pernik yang ok, yang ketiga adalah Angkot regular yang supirnya bapak-bapak tua, yang selalu berhati-hati dan tidak terburu-buru.

Singkat cerita, sampailah di lido hanya dengan waktu 45 menit yang biasanya bisa ampe 2 jam. Lido merupakan salah satu tempat kenangan ketika aku menjadi Volunteer. Membawa tamu yang ingin melihat Hutan tropis dan juga jembatan kanopi yg bergantung di pohon-pohon besar untuk melihat indahnya salah satu Hutan Indonesia. Tempat yang aku jadikan pelarian jika aku merasa bosan dengan bisingnya kendaran kota.

Berita terakhir yang kudengar adalah manajemen hotel Lido telah dibeli oleh Bakrie group dan lahan yang biasa digunakan oleh masyarakat akan ditarik kembali karena mereka akan membuat business school management. Terlebih Jalur Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan tertutup, karena saat ini satu-satunya jalan menuju kesana adalah melalui lahan Hotel Lido Resort.

Semoga ada kompromi yang bisa dilakukan, agar semua dapat berjalan beriringan. Anak cucu kita masih diberi kesempatan untuk melihat habitat Owa jawa dan mengenal ragam macam tumbuhan serta binatang melalui TNGP. Seperti yang pernah aku lakukan.

lido2

No Responses Yet to “Lido”

Leave a Reply